Oleh : Aufa Arham Khaeruddin
Kemerdekaan merupakan hal yang paling diinginkan oleh semua manusia. Tanpa melihat agama, ras, suku, dan perbedaan lainya. Karena kemerdekaan adalah fitrah penciptaan manusia. Yang tidak mungkin dapat di hilangkan dalam setiap individu manusia. Oleh karena itu manusia selalu berusaha untuk tidak berada dalam pengaruh siapapun dan apapun, dalam artian diri kita sendirilah yang berhak menentukan kehidupan kita sendiri, bukan orang lain. Dan semua sepakat bahwa itulah esensi dari kemerdekaan yang hakiki.
Dan jangan sampai dilupakan pula bahwa tujuan manusia mencari kemerdekaan ialah untuk mendapatkan kebahagiaan. Namun, kita selaku muslim yang meyakini bahwa kita adalah makhluk ciptaan Alloh SWT. Tentu saja Alloh SWT menciptakan manusia bukan tanpa tujuan dan alasan. Kemudian timbulah pertanyaan, apakah Alloh memberikan kemerdakaan kepada manusia?, lantas kenapa Alloh membuat aturan-aturan yang harus ditaati oleh manusia?, dan jika kita melanggar aturan-aturan yang Alloh perintahkan maka kita akan mendapatkan sangsi/hukuman. Kalau seperi itu berati kita selaku muslim yang meyakini hal itu tidaklah merdeka!!!
Pertanyaan-pertanyaan tersebut sering kali hadir dalam benak setiap muslim. Namun, berhati-hatilah karena pertanyaan-pertanyaan tersebut bisa menggoyahkan iman kita dan bahkan dapat membuat kita murtadz (keluar dari Islam). Oleh karena itu, penting sekali untuk diketahui oleh semua manusia dan terutama kita selaku muslim, bahwa ajaran islam adalah ajaran yang memerdekakan. Darimana kita dapat menyimpulkan bahwa ajaran islam merupakan ajaran yang memerdekakan? Banyak hal yang menyimpulkan bahwa ajaran islam merupakan ajaran yang memerdekakan, di antaranya dapat kita ketahui dari arti islam dan seorang muslim, kemudian dapat diketahui dari rukun islam dan rukun iman itu sendiri dan banyak hal yang membuktikan bahwa islam merupakan agama yang memerdekakan.
Kita ketahui, bahwa Islam berasal dari Bahasa Arab yaitu Isim Masdar dari kata aslama-yuslimi-islaaman yang berarti adalah kepasrahanan, kepatuhan dan ketundukan. Dan muslim merupakan Isim Faa’il-nya berarti orang yang berserah diri. Lantas kenapa artinya bertolak belakang dengan makna kemerdekaan itu sendiri? Oleh karena itu jangan setengah-setengan dalam memehami islam. Untuk lebih memahami makna islam yang dalam bahasa Indonesia berati ketundukan, kepatuhan dan berserah diri, kita dapat memahaminya dari rukun islam yang pertama yaitu Syahadat.
Syahadat adalah sebutan dari lafadz “Asyhadu allaa ilaaha illallaahu”. Yang artinya “ialah tiada illah (tuhan) selain Allah”, pada lafadz ”tiada tuhan” ialah isyarat kalimat pembebasan yaitu kemerdekaan, karena disini meniadakan Illah. “illah” dalam pengertian yang luas dan beragam ialah yang disembah (al-ma’buud), yang di ta’ati, yang diikuti, yang dipinta, yang di jadikan sandaran, dll. Tetapi dilengkapi dengan kalimat “illa Allah (selain Allah)” sebagai pengikat dan penetapan seorang muslim. Dari syahadat ini kita mengetahui akan arti kemerdekaan bagi seorang muslim. Yaitu tidak ada ketundukan selain kepada Alloh, tidak ada yang disembah selain Alloh, tidak ada yang dipinta selain kepada Alloh, tidak ada yang dita’ati silain Alloh.
Wallohu a’alam.
