Kitabahclub's Blog

Februari 16, 2011

Islam dan Kemerdekaan

Filed under: Opini,Uncategorized — kitabahclub @ 1:44 pm

Oleh : Aufa Arham Khaeruddin

Kemerdekaan merupakan hal yang paling diinginkan oleh semua manusia. Tanpa melihat agama, ras, suku, dan perbedaan lainya. Karena kemerdekaan adalah fitrah penciptaan manusia. Yang tidak mungkin dapat di hilangkan dalam setiap individu manusia. Oleh karena itu manusia selalu berusaha untuk tidak berada dalam pengaruh siapapun dan apapun, dalam artian diri kita sendirilah yang berhak menentukan kehidupan kita sendiri, bukan orang lain. Dan semua sepakat bahwa itulah esensi dari kemerdekaan yang hakiki.

Dan jangan sampai dilupakan pula bahwa tujuan manusia mencari kemerdekaan ialah untuk mendapatkan kebahagiaan. Namun, kita selaku muslim yang meyakini bahwa kita adalah makhluk ciptaan Alloh SWT.  Tentu saja Alloh SWT menciptakan manusia bukan tanpa tujuan dan alasan. Kemudian timbulah pertanyaan, apakah Alloh memberikan kemerdakaan kepada manusia?, lantas kenapa Alloh membuat aturan-aturan yang harus ditaati oleh manusia?, dan jika kita melanggar aturan-aturan yang Alloh perintahkan maka kita akan mendapatkan sangsi/hukuman. Kalau seperi itu berati kita selaku muslim yang meyakini hal itu tidaklah merdeka!!!

Pertanyaan-pertanyaan tersebut sering kali hadir dalam benak setiap muslim. Namun, berhati-hatilah karena pertanyaan-pertanyaan tersebut bisa menggoyahkan iman kita dan bahkan dapat membuat kita murtadz (keluar dari Islam). Oleh karena itu, penting sekali untuk diketahui oleh semua manusia dan terutama kita selaku muslim, bahwa ajaran islam adalah ajaran yang memerdekakan. Darimana kita dapat menyimpulkan bahwa ajaran islam merupakan ajaran yang memerdekakan? Banyak hal yang menyimpulkan bahwa ajaran islam merupakan ajaran yang memerdekakan, di antaranya dapat kita ketahui dari arti islam dan seorang muslim, kemudian dapat diketahui dari rukun islam dan rukun iman itu sendiri dan banyak hal yang membuktikan bahwa islam merupakan agama yang memerdekakan.

Kita ketahui, bahwa Islam berasal dari Bahasa Arab yaitu Isim Masdar dari kata aslama-yuslimi-islaaman yang berarti adalah kepasrahanan, kepatuhan dan ketundukan. Dan muslim merupakan Isim Faa’il-nya berarti orang yang berserah diri. Lantas kenapa artinya bertolak belakang dengan makna kemerdekaan itu sendiri? Oleh karena itu jangan setengah-setengan dalam memehami islam. Untuk lebih memahami makna islam yang dalam bahasa Indonesia berati ketundukan, kepatuhan dan berserah diri, kita dapat memahaminya dari rukun islam yang pertama yaitu Syahadat.

Syahadat adalah sebutan dari lafadz “Asyhadu allaa ilaaha illallaahu”. Yang artinya “ialah tiada illah (tuhan) selain Allah”, pada lafadz ”tiada tuhan” ialah isyarat kalimat pembebasan yaitu kemerdekaan, karena disini meniadakan Illah. “illah” dalam pengertian yang luas dan beragam ialah yang disembah (al-ma’buud), yang di ta’ati, yang diikuti, yang dipinta, yang di jadikan sandaran, dll. Tetapi dilengkapi dengan kalimat “illa Allah (selain Allah)” sebagai pengikat dan penetapan seorang muslim. Dari syahadat ini kita mengetahui akan arti kemerdekaan bagi seorang muslim. Yaitu tidak ada ketundukan selain kepada Alloh, tidak ada yang disembah selain Alloh, tidak ada yang dipinta selain kepada Alloh, tidak ada yang dita’ati silain Alloh.

Wallohu a’alam.

Februari 8, 2011

Antara Akhlak dan Tauhid?

Filed under: Tausyiah — kitabahclub @ 2:09 am

Terkadang  kita melihat orang muslim yang berilmu tinggi dan beribadah dengan baik tetapi berakhlak buruk. Apa yang menjadi penyebabnya? Ternyata yang menjadi penyebabnya adalah ketauhidannya kurang bagus. Karena seorang muslim yang tauhidnya bagus maka ia akan berakhlak baik. Bagi orang yang yakin bahwa Allah Maha Melihat, Maha Mendengar maka ia akan menjaga akhlaknya dan sedikit bicaranya karena ia tahu ada malaikat yang mencatat segala perbuatannya.  Bagi orang yang yang yakin Allah maha Mengetahui segala isi hati maka ia tidak berani untuk berpikiran negatif dan berprasangka buruk terhadap orang lain.

Begitulah, orang yang mengenal Allah akan sangat hati-hati menjaga hati dan akhlaknya. Jalan mengenal ketauhidan kepada Allah adalah bersihnya hati dan berjuang mencari ilmu. (disarikan dari Tausyiah Aa Gym pada Senin, 07 Februari 2011)

Januari 3, 2011

On the Right Track!

Filed under: Uncategorized — kitabahclub @ 6:27 am
Tags:

“Kurangilah kesenanganmu dengan dunia supaya berkurang pula kedukaanmu pada dunia” (Al-Hikam 283). Dunia adalah tempat segala kesenangan versi keinginan nafsu. Namun bukan berarti semua yang ada di dunia ini jelek tapi sesuatu dikatakan bersifat duniawi manakala melalaikan kepada adanya akhirat. Jadi kita harus menjalankan apapun di dunia dengan tu…juan akhirat. Kita lepaskan dari berharap kepada makhluk, lepaskan dari sifat duniawi yang melekat.

Ciri-ciri orang yang berada pada jalur yang benar diantaranya adalah: bergerak ke arah yang lebih baik, hati menjadi lebih yakin,semangat beribadah, lebih tenang dan mantap menjalankan segalanya.(disarikan dari tausyiah Aa Gym pada senin pagi 03 Januari 2010)

Bersyukurlah karena kita telah diberikan fasilitas untuk terus pada jalur yang benar. Selamat menjalankan segalanya pada jalur yang benar dan diridhoi Allah SWT.

Oktober 28, 2010

Sudah Benarkah Bacaan Qur’an Kita?

Filed under: Tausyiah — kitabahclub @ 6:19 am

Ternyata bukan anak kecil saja yang harus belajar membaca Al Qur’an, orang dewasa pun harus mulai mengoreksi kembali bacaan Al Qur’annya. Seringkali kita merasa sudah benar dan lancar membaca Al Qur’an tetapi setelah kita mempelajari kembali kaidah-kaidahnya, masih terdapat banyak kesalahan. Padahal dalam Al Qur’an surat Al Muzzammil ayat ke-4 dinyatakan bahwa kita harus membaca Al-Qur’an dengan tartil. Tartil disini berarti perlahan yaitu sesuai dengan kaidah membaca Al-Qur’an yang dicontohkan oleh Rasulullah saw. Jangan sampai kita mengajarkan Al Qur’an kepada anak, saudara atau teman-teman kita dengan cara yang salah.

Oleh karena itu, sambil kita terus memperbanyak membaca Al-Quran sebaiknya kita belajar kembali kepada guru atau ustadz yang lebih paham ilmunya. Sehingga dapat terus memperbaiki bacaan Al Qur’an kita. Selamat belajar membaca Al-Qur’an. Semoga Al-Qur’an akan menjadi syafaat bagi kita di hari akhirat kelak.

 

Oktober 26, 2010

Cara Melatih Mengendalikan Nafsu*

Filed under: Tausyiah — kitabahclub @ 7:51 am

Setiap orang pasti memiliki nafsu. Siapa yang dapat mengendalikannya maka akan mendapatkan rahmat dari Allah SWT. Berdasarkan sifatnya nafsu terdiri dari tiga jenis yaitu nafsu muthmainnah, nafsu lawwamah, dan nafsu amarah bi su’u. Nafsu Muthmainnah cenderung pada kebaikan, nafsu amarah cenderung pada keburukan dan nafsu lawwamah cenderung diantara kebaikan dan keburukan. Salah satu cara agar kita dapat mengendalikan nafsu adalah dengan selalu muhasabah diri. Muhasabah dapat dilakukan sebelum beramal dan setelah beramal. Sebelum beramal sebaiknya kita bertanya kepada diri sendiri niat dan tujuan kita melakukannya. Lalu kita harus memikirkan apa manfaat dari perbuatan tersebut. Selain itu, kita juga harus berupaya agar cara dan langkah perbuatan tersebut sesuai dengan yang dicontohkan oleh Rasulullah saw. Muhasabah sebelum beramal sangat penting dilakukan karena kelak penglihatan, pendengaran dan perkataan kita akan dipertanggungjawabkan. Setelah beramal, kita pun diharuskan untuk muhasabah diri. Jenis muhasabah ini ada tiga macam. Pertama muhasabah amal-amal yang diwajibkan kepada kita. Apabila ada hal-hal yang kurang sempurna atau bahkan masih banyak kekurangannya maka kita haru segera memperbaikinya. Salah satu caranya dengan menambah ilmu lalu mengamalkannya. Kedua, muhasabah terhadap hal-hal yang dilarang oleh Allah SWT. Kita harus mengevaluasi setiap amalan kita, jangan-jangan kita melakukan hal-hal yang dilarang Allah. Apabila hal tersebut telah dikerjakan maka segeralah bertaubat dan menyesali perbuatan tersebut. Lalu bertekadlah untuk tidak melakukannya lagi sekecil apapun itu. Ketiga, muhasabah terhadap hal-hal yang mubah. Amalan mubah bukan berarti kita terlepas dari pertanggungjawaban. Sebaliknya, justru kita harus lebih berhati-hati agar amalan mubah tidak jadi melalaikan kita. Untuk itu, dalam melakukan setiap amalan sebaiknya kita meluruskan niat untuk mendapatkan keridhoan Allah SWT. agar dapat bernilai ibadah dan terhindar dari kesia-siaan. Dapat disimpulkan bahwa untuk melatih kita mengendalikan hawa nafsu, kita harus melakukan muhasabah diri sebelum maupun setelah melakukan amalan baik amalan yang wajib, sunnah, makruh, mubah apalagi yang haram. Semakin sering kita bermuhasabah maka akan semakin terkendali nafsu kita. Adapun waktu yang dianjurkan untuk bermuhasabah adalah saat sebelum tidur, saat sepertiga malam dan setelah shalat fardhu. Semoga kita termasuk orang-orang yang dimudahkan dalam masa penghisaban nanti. Amin. (ina)

*disarikan dari materi halaqah gup mq

Oktober 25, 2010

Jangan Pikirkan Apa Yang Seharusnya Tidak Kita Pikirkan!

Filed under: Uncategorized — kitabahclub @ 4:39 am

Siapa yang mengurusi kita? Siapa yang memberi rizki kepada kita? Siapa yang memberi ujian kepada kita? Siapa yang memberi jalan keluar kepada kita? Jawabannya adalah Allah SWT. Jadi semuanya dalam pemeliharaan Allah. Jangan ragu dengan janji dan jaminan Allah. Jangan diotak-atik, jangan jadi pikiran karena janji Allah sudah pasti. Kita hanya tinggal percaya. Bukan hanya kita saja yang diurus Allah tapi binatang juga diurus oleh Allah. Maka memikirkan rezeki bukan wilayah kita. Namun bukan berarti kita tidak boleh bekerja dan berdagang tapi maksudnya kita jangan cemas dan ragu akan rezki Allah. Jangan menganggap remeh kepada Allah yang telah menjamin hidup kita sampai saat ini.

Maka pikirkanlah pengabdian kepada Allah. Karena barang siapa menolong agama Allah maka Allah akan menolongnya.Jadi sangat tidak pantas kita memikirkan uang. Tugas kita adalah kerja yang bagus dan tulus.

Oleh karena itu mulai sekarang jangan ragu dengan janji Allah SWT. Kkarena janji Allah pasti benar baik bentuk dan waktunya. Wilayah kita adalah fokus pada perintah Allah. Sehingga kita full dalam beribadah. Harus full shalat tahajud, full shalat berjamaah, full wirid. Jika tujuan kita Allah maka tidak akan pernah tersesat. Hematlah dalam berfikir. Jangan berfikir apa yang tidak diperintahkan Allah SWT.! (ditulis dari tausyiah Aa Gym/ 251010)

September 2, 2010

Inspiring Ramadhan MQFM

Filed under: News — kitabahclub @ 4:19 am

Kali ini Inspiring Ramadhan MQFM dan Yamaha hadir di SMAN 10 Bandung, SMKN 11 Bandung, SMK Budi Cendekia, SMKN 7 Bandung dan SMAN 19 Bandung. Para peserta tampak antusias menyimak uraian tausyiah dan motivasi dari para trainer dan ustadz. Ustadz Dodi dari Ihaqi mengajak para remaja mengenal hakikat kehidupan. Beliau menjelaskan bahwa manusia terdiri dari 2 unsur, yaitu ruh dan jasad. Ruh berasal dari langit, sedangkat jasad berasal dari bumi, atau dari sari pati tanah. Kedua unsur ini membutuhkan asupan makanan untuk keberlangsungan hidupnya, unsur jasad membutuhkan asupan makanan sehat, bervitamin dari bumi agar tetap bugar. Begitupun unsur ruh yang memerlukan asupan makanan langit, yaitu spiritualitas dinnul islam. Apabila jasad tidak diberikan makanan selama 8 hari, maka akan berakhir dengan kematian, sedangkan apabila ruh tidak diberikan makanan maka ia tidak akan mati, hanya akan mengalami sakit. Ruh yang sakit obatnya adalah agama. Shaum Ramadhan merupakan waktu untuk kita menyegarkan ruh yang lelah, menghidupkan ruh yang mati.

Salah satu peserta inspiring Ramadhan mengungkapkan bahwa acara ini sangat bermanfaat bagi para remaja dan ia berharap acara seperti ini terus diselenggarakan secara rutin.  Acara yang dihadiri oleh kurang lebih 500 peserta ini dimeriahkan juga oleh penampilan nasyid Tashiru yaitu salah satu peserta Indonesia Mencari Bakat. (pr-mqfm)

November 25, 2009

Pengorbanan Cinta

Filed under: Uncategorized — kitabahclub @ 9:09 am

Sudah tanggal 8 dzulhijah. Hati ini termenung dalam sebuah rasa yang mengembara ke era ibrahim a.s sang kahlilullah ..kekasih yang sangat dicintai Allah sang maha segala.Duhai ..rasanya berat sekali andai aku menjadi ibrahim atau ismail a.s..berat nian ujian cinta itu.Sang maha menginginkan pengorbanan total yang nyaris tak masuk akal bila dilihat dari sisi manusia. Bukankah sang buah hati ismail adalah anak yang begitu lama dinanti ?. Belum lagi dia juga mengalami proses yang begitu getir dalam hidupnya. Ditinggal di bumi bakkah yang gersang pada saat belia bersama sang bunda yang begitu lemah secara fisik tapi kuat secara iman.

Duhai keluarga yang diuji dengan kegetiran hidup. Kalian begitu tegar dengan cinta yang begitu kokoh. Teringat kata-kata ibunda hajar saat ditinggalkan oleh Ibrahim di bakkah. sang bunda yang dengan tegar berkata ” kalau ini adalah perintah Allah ..aku yakin Allah tak akan menelantarkanku..”..duhai ..lihat pula seorang sabar yang bernama ismail saat pedang mengancam lehernya atas nama perintah allah pada ayahanda ibrahim a.s ” lakukanlah wahai abi..insya Allah kau akan menemuiku sebagai orang yang sabar “…duhai..betapa pengorbanan cinta itu menggetarkan singgasana agung di arsy sana, Hingga DIA sang maha cinta kemudian menerima pengorbanan cinta kalian dan mengangkat keluarga kalian menjadi keluarga yang begitu mulia sepanjang masa.

dan sekarang , hari ini ..aku merenung tentang cinta yang secuil ini. Cinta yang terkadang berbalur pengkhianatan kepada DIA yang maha pecinta. Tertunduk ..terkoyak aku dalam kehinaan diri dihadapan cintaMU yang begitu agung.

maka..aku memohon pada-MU …karuniakan aku cinta seagung keluarga IBRAHIM a.s….(al-muhajir)

November 24, 2009

Krisis KeImanan dan krisis Kepercayaan

Filed under: Tausyiah — kitabahclub @ 7:11 am

Saudara-saudaraku se Iman, rahimakumullaahulakum Apabila dalam tulisanini menyebutkan kata ke Imanan, yang dimaksudkan adalah Iman kepada Allah dan RasulNya, Malaikat, KitabNya., sementara “kepercayaan” adalah sesama kita manusia biasa. Sering kita bertanya, ada apa dan kenapa di negara kita Indonesia seringnya, tidak selamanya, apabila ada satu krisis, katakanlah krisis ekonomi, maka krisis-krisis lain akan mengirinya, menjadi krisis multidimensi, krisis moral, akhlaq, pendidikan dan seterusnya. Cobalah kita mari mencoba kaji ulang, membuka lembaran-lembaran sejarah Rasulullah shallallahu’alaihiwasallam dan para sahabat radhiallahu’anhum. Mari kita coba gelitik, dimana dizaman Rasulullah dan para sahabat beliau, mereka juga menghadapi krisis bahkan tantangan yang cukup berat, namun mereka tetap sabar, tabah dan saling kerjasama, menjalin silaturrahmi dan ukhuwah Islamiyyah yang kuat, tak tergoyahkan oleh ombak dan badai, walau angin yang menerpa cukup dahsyat dan kencang bagai petir menyambar, bagai anak panah yang melesit jauh dalam hal apa yang disebut dengan “ Ukhuwah dan pengorbanan demi tegaknya Islam”, tidak saling buruksangka, iri dan dengki, sana sini, sungguh suatu ukhuwah Islamiyah yang dilandasi oleh keimanan yang cukup tinggi, sangat sulit ditemukan dizaman ini, walau kita harus tetap bersikap optimisme, bahwa masih ada sekelumit hati yang bersemayam ke ikhlasan, kejujuran, ukhuwah Islamiyah dan perjuangan keimanan demi tegaknya Islam. Mari kita sama-sama membuka lembaran putih sejarah itu dan kita lihat bagaimana sikap para sahabiah, dan sahabat dalam menghadapi krisis dan memperjuangkan tegaknya Islam.

Lihatlah wahai saudara-saudaraku. Perjalanan dakwah, kehidupan para sahabiah/sahabat yang penuh dengan perjuangan, rela berkorban, ditimpa krisis ekonomi, di boikot ekonomi, namun mereka tidak gugah imannya sedikitpun, bahkan bertambah menjadi-jadi keimanan,
sampai pun rela syahid, mati dibunuh. Dan syahid pertama dibunuh kaum Musyrik Mekkah adalah dari seorang perempuan, dalam menegakkan kalimah Allah adalah Ummu Yatsir. MasyaAllah betapa peranan
perempuan dimasa mula tegaknya Islam sanga-sangat penting, Siti Khadijah, Siti ‘Aisyah, Asma, Ummu Yatsir dan lain-lainnnya, pantas untuk dijadikan contoh tauladan, begitupun dengan sikap para sahabat
Abu Bakar Asshiddiq, Umar, Ustsman Ali dan lain-lainnya karamahullahuwajhahum, dalam kerelaan berkorban, berjuang, mencintai Allah dan rasulNya jauh lebih tinggi ketimbang mencintai diri, dan
keluarganya.

Jadi krisis utama apa sebenarnya yang terjadi di Indonesia itu? Boleh kita katakan “ bukan sekedar krisis ekonomi saja, tetapi kerisis keimanan. Karena semiskin-miskin orang bagaimanapun kalau ia kuat Iman,
ia tidak akan mungkin mau korupsi, berdusta, curang, makan harta yang bukan hartanya, menjual diri ditempat-tempat laknat, prostitusi, judi, dllnya, pelarian yang semakin menambah buruknya krisis, bahkan sebaliknya ia rela berkorban, menafkahkan harta dan tenaga,
pikirannya, meski dalam keadaan sempit dan miskin. Ukhuwah Islamiyahpun tegak tanpa adanya sikap buruksangka pada sesama, saling nasehat menasehati, saling mensugesti.. Itulah keberhasilan dari daulah islamiyah yang ada dizaman Rasulullah dan para
sahabat.

Bagimana dengan sekarang. Hanya hati kita masing-masinglah yang mampu menjawabnya, bukan orang lain. “ Haasibuuanfuusakum qabla antuhaasabuu”, Intropeksilah dirikamu sendiri sebelum kamu
mengintropeksi orang lain, Allah berfirman : Berpegang teguhlah kamu pada tali Allah, jangan kamu berpecah pelah”, FirmanNya lagi “ Wahai orang-orang beriman, jauhilah oleh kamu buruksangka, karena buruksangka itu adalah suatu dosa, dan janganlah kamu mencari-cari
kesalahan orang lain, janganlah kamu saling bergunjing(apalagi bersepakat untuk meruntuhkan seseorang yang baik dari singgasananya, jabatannya, posisinya dllnya).

Demikian sebuah telaah ringan dari krisis yang terjadi di Indonesia saat ini. Saya melihat para sahabat hidupnya jauh lebih susah, miskin dan sulit dan tuduhan, tudingan, siksaan musuh cukup berat dirasakan, namun mereka tetap tegak ke Islaman, ukhuwah Islamiyah dan kuat Imannya. (Umar Sahid)

Oktober 1, 2009

Gempa Sumatera Barat

Filed under: Uncategorized — kitabahclub @ 5:12 am

Innalillahi wa inna ilaihi raji’un…

Turut berduka cita atas bencana gempa yang terjadi di Sumatera Barat, Rabu, 30 September 2009, pukul 17.15. Semoga para korban meninggal duterima amal ibadahnya oleh Allah SWT dan korban lainnya diberikan kekuatan, ketabahan dan kesabaran dalam menghadapi ujian ini. Serta semoga menjadi pelajaran bagi kita agar terus mendekatkan diri kepada Allah SWT dengan beribadah dan berdo’a. Amin ya rabbal ‘alamin…

Halaman Berikutnya »

Theme: Rubric. Blog pada WordPress.com.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.