Kitabahclub's Blog

November 24, 2009

Krisis KeImanan dan krisis Kepercayaan

Filed under: Tausyiah — kitabahclub @ 7:11 am

Saudara-saudaraku se Iman, rahimakumullaahulakum Apabila dalam tulisanini menyebutkan kata ke Imanan, yang dimaksudkan adalah Iman kepada Allah dan RasulNya, Malaikat, KitabNya., sementara “kepercayaan” adalah sesama kita manusia biasa. Sering kita bertanya, ada apa dan kenapa di negara kita Indonesia seringnya, tidak selamanya, apabila ada satu krisis, katakanlah krisis ekonomi, maka krisis-krisis lain akan mengirinya, menjadi krisis multidimensi, krisis moral, akhlaq, pendidikan dan seterusnya. Cobalah kita mari mencoba kaji ulang, membuka lembaran-lembaran sejarah Rasulullah shallallahu’alaihiwasallam dan para sahabat radhiallahu’anhum. Mari kita coba gelitik, dimana dizaman Rasulullah dan para sahabat beliau, mereka juga menghadapi krisis bahkan tantangan yang cukup berat, namun mereka tetap sabar, tabah dan saling kerjasama, menjalin silaturrahmi dan ukhuwah Islamiyyah yang kuat, tak tergoyahkan oleh ombak dan badai, walau angin yang menerpa cukup dahsyat dan kencang bagai petir menyambar, bagai anak panah yang melesit jauh dalam hal apa yang disebut dengan “ Ukhuwah dan pengorbanan demi tegaknya Islam”, tidak saling buruksangka, iri dan dengki, sana sini, sungguh suatu ukhuwah Islamiyah yang dilandasi oleh keimanan yang cukup tinggi, sangat sulit ditemukan dizaman ini, walau kita harus tetap bersikap optimisme, bahwa masih ada sekelumit hati yang bersemayam ke ikhlasan, kejujuran, ukhuwah Islamiyah dan perjuangan keimanan demi tegaknya Islam. Mari kita sama-sama membuka lembaran putih sejarah itu dan kita lihat bagaimana sikap para sahabiah, dan sahabat dalam menghadapi krisis dan memperjuangkan tegaknya Islam.

Lihatlah wahai saudara-saudaraku. Perjalanan dakwah, kehidupan para sahabiah/sahabat yang penuh dengan perjuangan, rela berkorban, ditimpa krisis ekonomi, di boikot ekonomi, namun mereka tidak gugah imannya sedikitpun, bahkan bertambah menjadi-jadi keimanan,
sampai pun rela syahid, mati dibunuh. Dan syahid pertama dibunuh kaum Musyrik Mekkah adalah dari seorang perempuan, dalam menegakkan kalimah Allah adalah Ummu Yatsir. MasyaAllah betapa peranan
perempuan dimasa mula tegaknya Islam sanga-sangat penting, Siti Khadijah, Siti ‘Aisyah, Asma, Ummu Yatsir dan lain-lainnnya, pantas untuk dijadikan contoh tauladan, begitupun dengan sikap para sahabat
Abu Bakar Asshiddiq, Umar, Ustsman Ali dan lain-lainnya karamahullahuwajhahum, dalam kerelaan berkorban, berjuang, mencintai Allah dan rasulNya jauh lebih tinggi ketimbang mencintai diri, dan
keluarganya.

Jadi krisis utama apa sebenarnya yang terjadi di Indonesia itu? Boleh kita katakan “ bukan sekedar krisis ekonomi saja, tetapi kerisis keimanan. Karena semiskin-miskin orang bagaimanapun kalau ia kuat Iman,
ia tidak akan mungkin mau korupsi, berdusta, curang, makan harta yang bukan hartanya, menjual diri ditempat-tempat laknat, prostitusi, judi, dllnya, pelarian yang semakin menambah buruknya krisis, bahkan sebaliknya ia rela berkorban, menafkahkan harta dan tenaga,
pikirannya, meski dalam keadaan sempit dan miskin. Ukhuwah Islamiyahpun tegak tanpa adanya sikap buruksangka pada sesama, saling nasehat menasehati, saling mensugesti.. Itulah keberhasilan dari daulah islamiyah yang ada dizaman Rasulullah dan para
sahabat.

Bagimana dengan sekarang. Hanya hati kita masing-masinglah yang mampu menjawabnya, bukan orang lain. “ Haasibuuanfuusakum qabla antuhaasabuu”, Intropeksilah dirikamu sendiri sebelum kamu
mengintropeksi orang lain, Allah berfirman : Berpegang teguhlah kamu pada tali Allah, jangan kamu berpecah pelah”, FirmanNya lagi “ Wahai orang-orang beriman, jauhilah oleh kamu buruksangka, karena buruksangka itu adalah suatu dosa, dan janganlah kamu mencari-cari
kesalahan orang lain, janganlah kamu saling bergunjing(apalagi bersepakat untuk meruntuhkan seseorang yang baik dari singgasananya, jabatannya, posisinya dllnya).

Demikian sebuah telaah ringan dari krisis yang terjadi di Indonesia saat ini. Saya melihat para sahabat hidupnya jauh lebih susah, miskin dan sulit dan tuduhan, tudingan, siksaan musuh cukup berat dirasakan, namun mereka tetap tegak ke Islaman, ukhuwah Islamiyah dan kuat Imannya. (Umar Sahid)

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

RSS umpan untuk komentar-komentar dalam tulisan ini. URI Lacak Balik

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Theme: Rubric. Blog pada WordPress.com.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.