Sudah tanggal 8 dzulhijah. Hati ini termenung dalam sebuah rasa yang mengembara ke era ibrahim a.s sang kahlilullah ..kekasih yang sangat dicintai Allah sang maha segala.Duhai ..rasanya berat sekali andai aku menjadi ibrahim atau ismail a.s..berat nian ujian cinta itu.Sang maha menginginkan pengorbanan total yang nyaris tak masuk akal bila dilihat dari sisi manusia. Bukankah sang buah hati ismail adalah anak yang begitu lama dinanti ?. Belum lagi dia juga mengalami proses yang begitu getir dalam hidupnya. Ditinggal di bumi bakkah yang gersang pada saat belia bersama sang bunda yang begitu lemah secara fisik tapi kuat secara iman.
Duhai keluarga yang diuji dengan kegetiran hidup. Kalian begitu tegar dengan cinta yang begitu kokoh. Teringat kata-kata ibunda hajar saat ditinggalkan oleh Ibrahim di bakkah. sang bunda yang dengan tegar berkata ” kalau ini adalah perintah Allah ..aku yakin Allah tak akan menelantarkanku..”..duhai ..lihat pula seorang sabar yang bernama ismail saat pedang mengancam lehernya atas nama perintah allah pada ayahanda ibrahim a.s ” lakukanlah wahai abi..insya Allah kau akan menemuiku sebagai orang yang sabar “…duhai..betapa pengorbanan cinta itu menggetarkan singgasana agung di arsy sana, Hingga DIA sang maha cinta kemudian menerima pengorbanan cinta kalian dan mengangkat keluarga kalian menjadi keluarga yang begitu mulia sepanjang masa.
dan sekarang , hari ini ..aku merenung tentang cinta yang secuil ini. Cinta yang terkadang berbalur pengkhianatan kepada DIA yang maha pecinta. Tertunduk ..terkoyak aku dalam kehinaan diri dihadapan cintaMU yang begitu agung.
maka..aku memohon pada-MU …karuniakan aku cinta seagung keluarga IBRAHIM a.s….(al-muhajir)