Kitabahclub's Blog

Oktober 26, 2010

Cara Melatih Mengendalikan Nafsu*

Filed under: Tausyiah — kitabahclub @ 7:51 am

Setiap orang pasti memiliki nafsu. Siapa yang dapat mengendalikannya maka akan mendapatkan rahmat dari Allah SWT. Berdasarkan sifatnya nafsu terdiri dari tiga jenis yaitu nafsu muthmainnah, nafsu lawwamah, dan nafsu amarah bi su’u. Nafsu Muthmainnah cenderung pada kebaikan, nafsu amarah cenderung pada keburukan dan nafsu lawwamah cenderung diantara kebaikan dan keburukan. Salah satu cara agar kita dapat mengendalikan nafsu adalah dengan selalu muhasabah diri. Muhasabah dapat dilakukan sebelum beramal dan setelah beramal. Sebelum beramal sebaiknya kita bertanya kepada diri sendiri niat dan tujuan kita melakukannya. Lalu kita harus memikirkan apa manfaat dari perbuatan tersebut. Selain itu, kita juga harus berupaya agar cara dan langkah perbuatan tersebut sesuai dengan yang dicontohkan oleh Rasulullah saw. Muhasabah sebelum beramal sangat penting dilakukan karena kelak penglihatan, pendengaran dan perkataan kita akan dipertanggungjawabkan. Setelah beramal, kita pun diharuskan untuk muhasabah diri. Jenis muhasabah ini ada tiga macam. Pertama muhasabah amal-amal yang diwajibkan kepada kita. Apabila ada hal-hal yang kurang sempurna atau bahkan masih banyak kekurangannya maka kita haru segera memperbaikinya. Salah satu caranya dengan menambah ilmu lalu mengamalkannya. Kedua, muhasabah terhadap hal-hal yang dilarang oleh Allah SWT. Kita harus mengevaluasi setiap amalan kita, jangan-jangan kita melakukan hal-hal yang dilarang Allah. Apabila hal tersebut telah dikerjakan maka segeralah bertaubat dan menyesali perbuatan tersebut. Lalu bertekadlah untuk tidak melakukannya lagi sekecil apapun itu. Ketiga, muhasabah terhadap hal-hal yang mubah. Amalan mubah bukan berarti kita terlepas dari pertanggungjawaban. Sebaliknya, justru kita harus lebih berhati-hati agar amalan mubah tidak jadi melalaikan kita. Untuk itu, dalam melakukan setiap amalan sebaiknya kita meluruskan niat untuk mendapatkan keridhoan Allah SWT. agar dapat bernilai ibadah dan terhindar dari kesia-siaan. Dapat disimpulkan bahwa untuk melatih kita mengendalikan hawa nafsu, kita harus melakukan muhasabah diri sebelum maupun setelah melakukan amalan baik amalan yang wajib, sunnah, makruh, mubah apalagi yang haram. Semakin sering kita bermuhasabah maka akan semakin terkendali nafsu kita. Adapun waktu yang dianjurkan untuk bermuhasabah adalah saat sebelum tidur, saat sepertiga malam dan setelah shalat fardhu. Semoga kita termasuk orang-orang yang dimudahkan dalam masa penghisaban nanti. Amin. (ina)

*disarikan dari materi halaqah gup mq

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

RSS umpan untuk komentar-komentar dalam tulisan ini. URI Lacak Balik

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Theme: Rubric. Blog pada WordPress.com.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.